Bersanding Dengan Masjid

Sabtu, 19 Maret 2016






“Jaar qabla daar”, petuah Rasulullah SAW kepada umatnya saat memilih tempat tinggal. Petuah itu bermakna lihatlah siapa yang akan menjadi tetangga kita sebelum kita menentukan bangunan rumah yang akan kita tempati. Yah, tetangga akan menjadi sesuatu yang mempengaruhi kehidupan keluarga kita. Tetangga yang shalih dikatakan oleh Rasulullah sebagai salah satu yang akan menjadikan seseorang  akan mendapatkan kebahagiaan, selain pasangan yang shalih/ah, rumah yang luas, serta kendaraan yang nyaman.

Dan diantara hal yang sangat disyukuri saat kita memilih tempat tinggal adalah ketika rumah yang akan kita tempati berdampingan dengan masjid. Sebab mendapatkan rumah yang bersanding dengan masjid, baik di sebelahnya maupun depan dan belakangnya, adalah sebuah karunia. Berarti kita akan didekatkan oleh Allah SWT dengan kebaikan. 

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut ( kepada siapapun) selain Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Attaubah : 18). 

Masjid berarti tempat untuk bersujud. Secara terminologis diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat. Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah.

Fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat berjama’ah. Kalau kita perhatikan, shalat berjama’ah adalah merupakan salah satu ajaran Islam yang pokok,  yang selalu dikerjakan beliau. Ajaran Rasulullah SAW tentang shalat berjama’ah merupakan perintah yang benar-benar ditekankan kepada kaum muslimin.

Abdullah Ibn Mas’ud r.a. berkata: “Saya melihat semua kami (para shahabat) menghadiri jama’ah. Tiada yang ketinggalan menghadiri jama’ah, selain dari orang-orang munafiq yang telah nyata kemunafiqannya, dan sungguhlah sekarang di bawa ke Masjid dipegang lengannya oleh dua orang, seorang sebelah kanan, seorang sebelah kiri, sehingga didirikannya ke dalam shaff.” (HR: Al Jamaah selain Bukhory dan Turmudzy).

Meskipun fungsi utamanya sebagai tempat menegakkan shalat, namun masjid bukanlah hanya tempat untuk melaksanakan shalat saja. Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, selain dipergunakan untuk shalat, berdzikir dan beri'tikaf, masjid juga dipergunakan untuk kepentingan sosial. Misalnya, sebagai tempat belajar dan mengajarkan kebajikan (menuntut ilmu), merawat orang sakit, menyelesaikan hukum li'an dan lain sebagainya.

Dalam perjalanan sejarahnya, masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada masjid. Memang umat Islam tidak bisa terlepas dari Masjid. Disamping menjadi tempat beribadah, masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat da’wah dan lain sebagainya.

BEBERAPA FUNGSI DAN PERAN MASJID
Masjid memiliki fungsi dan peran yang dominan dalam kehidupan umat Islam, beberapa di antaranya adalah
1. Sebagai tempat beribadah 
Sesuai dengan namanya masjid adalah tempat sujud, maka fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah shalat. Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi  masjid disamping sebagai tempat shalat juga sebagai tempat beribadah secara luas sesuai dengan ajaran Islam.

2. Sebagai tempat menuntut ilmu 
Masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar,untuk ta’lim,  khususnya ilmu agama yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di masjid.

3. Sebagai tempat pembinaan jama’ah
Dengan adanya umat Islam di sekitarnya, masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta’mir Masjid dibina keimanan, ketakwaan, ukhuwah, dan da’wah Islamiyahnya. Sehingga masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh.

4. Sebagai pusat da’wah dan kebudayaan Islam 
Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da’wah islamiyah dan budaya islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da’wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat. Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da’wah dan kebudayaan.

5. Sebagai pusat kaderisasi umat 
Sebagai tempat pembinaan jama’ah dan kepemimpinan umat, masjid memerlukan aktivis yang berjuang menegakkan Islam secara istiqamah dan berkesinambungan. Patah tumbuh hilang berganti. Karena itu pembinaan kader perlu dipersiapkan dan dipusatkan di masjid sejak mereka masih kecil sampai dewasa. Di antaranya dengan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta’mir Masjid beserta kegiatannya.

6. Sebagai basis Kebangkitan Umat Islam 
Abad ke-lima belas Hijriyah ini telah dicanangkan umat Islam sebagai abad kebangkitan Islam. Umat Islam yang sekian lama tertidur dan tertinggal dalam percaturan peradaban dunia berusaha untuk bangkit dengan berlandaskan nilai-nilai agamanya. Islam dikaji dan ditelaah dari berbagai aspek, baik ideologi, hukum, ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Setelah itu diupayakan untuk diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan umat, yaitu mengisi kehidupan dunia ini dengan nilai-nilai Islam. Umat Islam harus bangkit untuk memperoleh kembali kejayaan sebagaimana pernah dirasakan para pendahulu. Kebangkitan ini memerlukan peran masjid sebagai basis perjuangan. 

Dengan begitu, bertetangga atau memiliki tempat tinggal yang berdampingan atau dekat dengan masjid berarti kita bertetangga dengan rumah Allah.Ada banyak keuntungan saat rumah kita dekat dan bahkan berdampingan dengan masjid. Diantaranya :
  1. Selalu termotivasi untuk mendekat pada Allah
    Fungsi Masjid paling utama adalah sebagai tempat melaksanakan ibadah shalat terutama shalat berjamaah. Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah melebihi shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajad.” (HR  Bukhori dan Muslim).Maka bila bertetangga dengan masjid minimal kita mendapatkan pelipatgandaan derajat dalam lima waktu shalat wajib saat kita disiplin mengikuti shalat berjamaah di masjid.  Selainitu, ketika program pemakmuran masjid berjalan dengan baik, dimana selain untuk sholat berjamaah, masjid  juga menjadi tempat untuk ibadah yang lain sepertidzikir,  tadarus al Qur’an, I’tikaf, serta ta’lim atau pengajian, maka kita akan selalu mendengar ajakan untuk menguatkan hubungan kita dengan Allah.
  2. Selalu mendapat semangat untuk berbuat baik dan malu bermaksiatMasjid selain berfungsi sebagai tempat ibadah, ia juga adalah pusat tersebarnya kebaikan. Di dalamnya selalu diajarkan dan dibuatkan program-program untuk tersebarnya kebaikan dan kebiasaan baik bagi jamaahnya dan lingkungan sekitarnya.Maka bertetangga dengan masjid akan memudahkan kita untuk mendapatkan semangat meningkatkan perbuatan baik yang kita lakukan, sekaligus akan membuat kita malu ketika akan berbuat maksiat atau berakhlak buruk. Mengapa demikian? Sebab kita berdekatan dengan rumah Allah. Kita akan merasakan pengawasan Allah sangat dekat sehingga akan berupaya maksimal untuk terus berbuat baik dan berupaya maksimal untuk menjauhi perbuatan buruk, demi mendapatkan ridha Allah SWT.
  3. Bertambah ilmuDalam perjalanannya, masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya.  Disamping menjadi tempat beribadah, masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, danbertukar pengalaman. Maka dengan rajin mengikuti aktifitas di masjid, maka pemahaman dan ilmu kita, baik ilmu agama maupun ilmu yang lain akan senantiasa bertambah.Dengan bertambahnya ilmu, maka semestinya akan juga menambah amalan dan menjadikan amalan makin terarah dan  terasah, serta lebih produktif.
  4. Merasakan nikmatnya  ukhuwahDengan adanya umat Islam di sekitarnya, masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan dibina keimanan, ketakwaan, ukhuwah, dan da’wah Islamiyahnya.Masjid menjadi tempat untuk menyelesaikan permasalahan –permasalahan umat, terutama jamaahnya.Sehingga jamaah akan merasakan  rasa persaudaraan yang kuat diantara mereka. Saling mengenal, lalu saling memahami, hingga  akhirnya muncul saling tolong-menolong di dalamnya.Sehingga masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh
  5. Memiliki kepedulian terhadap umat
Oleh sebab itu, ketika kita bersanding atau bertetangga dengan masjid, maka kebaikan dan keberkahan akan didekatkan Allah kepada kita. Sebab dengan kita memahami makna serta fungsi dan peran masjid, maka ketika kita ‘melebur’ di dalamnya, maka kita akan mendapatkan sinar kebaikan dan keberkahan yang dipancarkan oleh masjid dengan seluruh aktivitas kebaikan di dalamnya.

Allahu a'lam bishawab.





Read more...

  © Blogger templates Newspaper II by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP